Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Kegiatan : Seminar dan Festival Kebudayaan Lereng Gunung Kawi Ke-I

SEMINAR AND CULTURAL FESTIVAL ACTVITY REPORT
Seminar dan Festival Kebudayaan Lereng Gunung Kawi Ke-I “Gotong Royong Melestarikan Kearifan Budaya Lokal (Adat Istiadat) untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa”

I. Latar Belakang
Yayasan Kebangsaan Kemanusiaan Indonesia (YSKKI) sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang kebangsaan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat memandang bahwa kebudayaan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter dan identitas bangsa. Di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, serta derasnya arus informasi digital, nilai-nilai adat istiadat dan kearifan lokal menghadapi ancaman pergeseran makna dan bahkan kehilangan regenerasi pelaku budaya.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, YSKKI berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta LPDP – DANA INDONESIA menyelenggarakan Seminar dan Festival Kebudayaan Lereng Gunung Kawi Ke-I. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula Fatayat Kabupaten Malang, dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Gotong Royong Melestarikan Kearifan Budaya Lokal (Adat Istiadat) untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi bahwa gotong royong adalah nilai luhur bangsa yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

II. Tujuan Kegiatan
Seminar dan festival ini memiliki beberapa tujuan strategis, yaitu:
  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian adat istiadat dan budaya lokal.
  2. Menguatkan nilai gotong royong sebagai pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Membangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga pendanaan, dan komunitas budaya.
  4. Merumuskan rekomendasi kebijakan dan langkah konkret dalam pelestarian budaya lereng Gunung Kawi.
5. Memberikan ruang apresiasi dan ekspresi bagi pelaku seni dan budaya lokal.

III. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal     : Sabtu, 14 Februari 2026
Waktu     : 07.00 – 17.00 WIB
Tempat     : Aula Fatayat Kabupaten Malang
Jumlah Peserta    : 150 orang
Peserta berasal dari berbagai unsur generasi milenial, generasi z, organisasi kepemudaan, serta perwakilan pemuda di kawasan lereng Gunung Kawi.

IV. Rangkaian Kegiatan
1. Registrasi dan Pembukaan 
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 WIB. Suasana pagi di Aula Fatayat Kabupaten Malang dipenuhi antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah. Tepat pukul 08.00 WIB, acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Ketua Panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa lereng Gunung Kawi memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari tradisi bersih desa, kesenian rakyat, ritual adat, hingga sistem nilai sosial yang menjunjung tinggi kebersamaan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga momentum konsolidasi gerakan budaya berbasis masyarakat.

2. Sambutan 
Ketua Yayasan kebangsaan Kemanusiaan Indonesia dalam pidatonya menegaskan pentingnya pembangunan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional dan daerah. Menurutnya, kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber daya strategis dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berdaya saing.
Sekaligus menyampaikan komitmen dalam mendukung penguatan sumber daya manusia di bidang kebudayaan melalui pendidikan, riset, dan program pemberdayaan. Ia menilai bahwa pelestarian budaya harus didukung oleh kajian akademik, dokumentasi ilmiah, serta penguatan kapasitas generasi muda dengan membentuk komunitas-komunitas peduli kebudayaan.

3. Seminar dan Diskusi Panel
Sesi seminar menghadirkan narasumber dari kalangan pegiatan budaya dan dan praktisi pemberdayaan masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi:
1) Transformasi adat istiadat di era digital
2) Strategi regenerasi pelaku seni tradisional
3) Pentingnya dokumentasi dan digitalisasi budaya
4) Integrasi literasi budaya dalam kurikulum pendidikan
5) Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait tantangan pelestarian budaya di tingkat local dan daerahnya. Beberapa peserta menyoroti perlunya peran aktif generasi muda agar tradisi tidak berhenti pada generasi tertentu.
Salah satu narasumber menegaskan bahwa kebudayaan harus diposisikan sebagai sistem nilai yang hidup dan dinamis. Ia mengajak seluruh peserta untuk melihat tradisi bukan sebagai beban masa lalu, tetapi sebagai kekuatan transformasi sosial yang mampu mempererat harmoni masyarakat.

4. Pembukaan Festival Lokal Budaya Lereng Gunung Kawi
Pada sesi setelah seminar kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan festival budaya. 
Pembukaan festival ini menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni yang selama ini konsisten menjaga eksistensi tradisi. Peserta seminar dan festival penuh keakraban dan kebersamaan terasa kuat, mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi tema utama kegiatan.

V. Hasil dan Rekomendasi
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, dihasilkan beberapa rekomendasi penting:
  1. Pembentukan Komunitas Pelestarian Budaya sebagai wadah koordinasi lintas komunitas.
  2. Penyusunan database budaya lokal yang mencakup adat istiadat, seni pertunjukan, dan tradisi lisan.
  3. Digitalisasi arsip budaya untuk menjaga keberlanjutan dokumentasi.
  4. Penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal di sekolah dan pesantren.
  5. Penyelenggaraan festival budaya secara rutin sebagai agenda tahunan.
  6. Pengembangan program pelatihan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam merancang program kerja lanjutan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

VI. Evaluasi Kegiatan
Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi maupun apresiasi terhadap kegiatan.
Beberapa catatan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya antara lain:
1) Perlunya durasi diskusi yang lebih panjang agar pembahasan lebih mendalam.
2) Penguatan sistem dokumentasi audio-visual.
3) Perluasan jaringan peserta dari wilayah yang lebih luas.

VII. Rencana Kegiatan Selanjutnya dan Penutup
1. Rencana Kegiatan Selanjutnya 
Sebagai tindak lanjut dari Seminar dan Festival Kebudayaan Lereng Gunung Kawi Ke-I, YSKKI bersama para mitra dan peserta menyusun rencana kegiatan lanjutan yang bersifat jangka pendek, menengah, dan panjang. Rencana ini bertujuan untuk memastikan bahwa rekomendasi yang telah dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
  1. Pembentukan Komunitas Pelestari Budaya Lokal (akan menjadi topik pembahasan kegiatan Program Kolaborasi Antar Isntitusi FGD Kebudayaan Lokal)
  2. Program Dokumentasi dan Digitalisasi Budaya (akan menjadi topik pembahasan kegiatan Program Kolaborasi Antar Isntitusi FGD Kebudayaan Lokal)
  3. Pendidikan dan Literasi Budaya (akan menjadi topik pembahasan kegiatan Program Kolaborasi Antar Isntitusi FGD Kebudayaan Lokal.
  4. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya (akan menjadi topik pembahasan kegiatan Program Kolaborasi Antar Isntitusi FGD Kebudayaan Lokal)
  5. Festival Budaya Tahunan (akan menjadi topik pembahasan kegiatan Program Kolaborasi Antar Isntitusi FGD Kebudayaan Lokal)
  6. Penguatan Riset dan Kolaborasi Akademik (akan menjadi topik pembahasan kegiatan Program Kolaborasi Antar Isntitusi FGD Kebudayaan Lokal)
2. Penutup
Seminar dan Festival Kebudayaan Lereng Gunung Kawi Ke-I menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya berbasis gotong royong. Kolaborasi antara YSKKI, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta LPDP – DANA INDONESIA menunjukkan bahwa sinergi multipihak adalah kunci dalam menjaga keberlanjutan adat istiadat dan kearifan lokal.
Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan bersama untuk memastikan bahwa budaya lokal tetap hidup, berkembang, dan menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Dengan semangat gotong royong, diharapkan kebudayaan lereng Gunung Kawi akan terus menjadi sumber inspirasi, identitas, dan kebanggaan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Sebagai penutup, seluruh pihak yang terlibat dalam Seminar dan Festival Kebudayaan Lereng Gunung Kawi Ke-I menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal gerakan kebudayaan yang berkelanjutan. Semangat gotong royong yang menjadi tema utama diharapkan terus hidup dalam setiap program dan aktivitas lanjutan.
Pelestarian budaya bukan semata-mata menjaga masa lalu, tetapi menyiapkan masa depan yang berakar kuat pada identitas bangsa. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan dukungan berbagai pihak, kebudayaan lereng Gunung Kawi akan tetap hidup, berkembang, dan menjadi sumber inspirasi bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Demikian penutup dan rencana kegiatan selanjutnya ini disusun sebagai bagian integral dari laporan kegiatan. Semoga seluruh ikhtiar yang telah dilakukan menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat jati diri bangsa.